Betet ekor Panjang | Psittacula longicauda | Long-tail Parakeet

Betet ekor panjang, atau betet pipi merah, memiliki nama latin Psittacula longicauda. merupakan salah satu dari sekitar 85 jenis burung paruh bengkok yang ada di Indonesia.


Psittacula l. longicauda
Psittacula l. modesta
Psittacula l. nicobarica
Psittacula l. tytleri
Psittacula l. defontainei

Ciri-ciri : Burung ini memiliki ukuran sedang (40cm), dengan warna dada hijau, ekor panjang bertahap. Pada Jantan mahkota hijau, sisi-sisi kepala merah , ada garis hitam tebal mirip kumis, mantel biru pucat , ekor berujung kuning dan sayap kebiruan.  Betina lebih buram, kumis kehijauan, tidak ada warna biru pada punggung. Saat terbang, terlihat penutup sayap bawah yang kuning, Perbedaan dengan Betet Biasa, tubuh bagian bawah hijau dan sisi-sisi kapala merah. Iris kuning kehijauan, paruh merah dengan ujung seperti tanduk, kaki berwana abu-abu.

Suara : Suara keras melengking, terdengar dari atas pohon dan sewaktu terbang.

Penyebaran Global : Andaman, Nikobar, Semenajung Malaysia, Sumatera, Riau, Natuna, dan Kalimantan.

Penyebaran lokal dan status: Scara lokal umum terdapat di daerah pesisir dan dataran rendah, terutama di hutan terbuka, perkebunan, hutan mangrove, tepi hutan hujan tropis, hutan sekunder,, pinggiran taman kota dengan pohon-pohon tinggi. ditemui sampai dengan ketinggian 300 m.

Perilaku: Terbang cepat dalam kelompok besar dengan beranggotakan sekitar 20 ekor, tampaknya nomaden, juga melakukan migrasi musiman, kadang-kadang ditemukan pada pohon- sarang Nuri Tanau (Psittinus cyanurus), bergerak cepat di diantara cabang pohon, memiliki suara yang berisik, terus menerus berteriak dengan suara yang mencolok; memulai aktifitas mencari makan pada saat setelah matahari terbit, ditemukan pada siang hari di pohon-pohon tinggi sedangkan di sore hari dilanjutkan mencari makan sebelum terbang ke pohon sarang.

Pakan di alam: Buah-buahan (Pandanus, daun pepaya, Dryobalan-ops sp.), biji, bunga (Acacia) dan kuncup daun; karena itu betet sering disebut sebagai hama pertanian karena menyebabkan kerusakan di perkebunan kelapa di beberapa daerah.

Bertelur : musim kawin pada bulan Februari sampai Juli, sebagian besar sarang di cabang berlubang atau lubang di pohon-pohon mati, hanya kadang-kadang di pohon hidup; dalam satu kasus 10 m dari dasar pohon; sarang dipenuhi makanan dan mengunyah potongan-potongan kulit kayu; telur mencapai 2-3 butir, dengan ukuran telur 30,6 x 24,7 telur mm. Inkubasi: 23 hari.

Informasi lengkap buka link ini : Betet ekor panjang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s